Keramaian yang Ia Simpan, Terlalu Rapi

PUISI

4/26/20261 min read

Di sudut kafe yang terlalu rapi

ia duduk dengan punggung tegak

secangkir coklat di hadapannya

yang tak lagi hangat

seperti pikirannya malam ini

Lampu-lampu redup

dan musik yang katanya menenangkan

tak benar-benar sampai kepadanya

karena di kepalanya,

semuanya terlalu berisik

Ia pernah merasa dunia ini mudah

saat semua hanya sebatas latihan

ketika kesalahan masih diberi ruang

dan waktu berjalan tanpa tuntutan

Ia mengira,

hidup setelah itu akan serupa,

rapi, terukur,

dan bisa dipahami sekali baca

Namun hari-hari berikutnya

datang tanpa aba-aba

dengan tekanan yang tak pernah dia pelajari

dengan tuntutan yang tak sempat ia pahami

Dan untuk pertama kalinya,

ia ragu pada dirinya sendiri

Tangannya gemetar di balik meja

bukan karena dingin

tapi karena takut salah

takut tidak cukup

takut mencoba dan gagal sekaligus

Ia diam

seperti biasanya

menyimpan semua di dalam kepala

merapikan kekacauan

yang tak pernah benar-benar rapi

Hari-hari terasa panjang

lembur menjadi hal biasa

dan pulang bukan lagi tentang istirahat

melainkan jeda

untuk kembali lelah esok hari

Ia kesal,

pada keadaan

pada dirinya sendiri

yang tak secepat dulu memahami

Namun di antara lelah yang menumpuk

ia mulai melihat sesuatu

yang sebelumnya tak ia sadari

bahwa menjadi mampu

tidak selalu tentang cepat mengerti

tapi tentang bertahan lebih lama

dari rasa ingin menyerah

Malam itu,

di kafe yang sama

dengan coklat hangat yang kembali ia pesan

ia tidak lagi mencoba memahami segalanya

dalam sekali waktu

ia belajar pelan-pelan

menyusun ulang caranya bekerja

menata ulang caranya berpikir

dan untuk pertama kalinya,

memberi ruang untuk dirinya sendiri gagal

Hari-hari setelahnya

masih tidak mudah

tapi ia tidak lagi sama

ia mulai tahu

mana yang harus diselesaikan

mana yang bisa menunggu

dan mana yang tidak perlu ia takuti

Dan tanpa banyak suara

tanpa perayaan besar

ia berhasil

bukan karena semuanya menjadi ringan

tapi karena ia akhirnya mampu

menjadi cukup kuat

untuk menjalaninya

Di sudut kafe itu,

ia tersenyum kecil

bukan karena dunia berubah

tapi karena akhirnya

ia tahu

bahwa ia bisa