Pada 27 Januari 2025, DeepSeek, AI asal China menggemparkan pasar saham perusahaan teknologi Amerika. Pasalnya, AI ini membuat saham NVIDIA anjlok sebesar 17%. Selain itu, perusahaan teknologi asal Belanda yaitu ASML, mengalami penurunan sebesar 8.9%
DeepSeek memperkenalkan model AI seperti Chat GPT dengan kemampuan yang diklaim jauh lebih baik. Berdasarkan laporan dari statista.com, model R1 unggul 2-20% dari model Claude, GPT, dan Open AI dalam pengetesan menggunakan beberapa benchmark.
Meskipun memiliki performa yang lebih unggul, model R1 dikembangkan dengan biaya 10% lebih rendah yaitu 6 juta USD dibandingkan GPT yang menghabiskan dana sebesar 63 juta USD. Hal ini dikarenakan DeepSeek menggunakan chip NVIDIA H800 dengan performa yang lebih rendah dari NVIDIA H100 yang digunakan oleh GPT.
Penggunaan NVIDIA H800 disebabkan karena pembatasan chip yang diberlakukan Amerika terhadap China. Namun, hal ini justru menjadi berkah bagi para AI developer China. Mereka memanfaatkan resources yang ada dan mudah diakses untuk membuat AI berkemampuan tinggi dengan biaya yang efisien.
Terdapat beberapa perbedaan dari output yang dihasilkan oleh keduanya. Hal ini dapat disebabkan oleh penggunaan chip dan arsitektur model yang juga berbeda.
Pengujian DeepSeek vs Chat GPT
Banyak media dari seluruh dunia, termasuk media Indonesia yang turut mencoba DeepSeek untuk menemukan perbedaan dari Chat GPT. Mereka menguji kedua gen AI dengan beberapa prompt yang sama untuk membandingkan hasilnya.
Dilansir dari media tempo,co, performa DeepSeek setelah beberapa kali diberikan prompt mengalami penurunan kecepatan. Ia memerlukan waktu loading lebih lama untuk memproses kembali history dibandingkan Chat GPT.
Selain itu, tempo.co melakukan pengujian untuk menerjemahkan bahasa inggris menjadi bahasa indonesia. Berikut kalimat yang harus diterjemahkan oleh kedua gen AI: “Another new iPhone is coming soon, offering some of the same modern tech but at a much lower cost”
DeepSeek: “iPhone baru lainnya akan segera hadir, menawarkan beberapa teknologi modern yang sama tetapi dengan harga yang jauh lebih terjangkau.”
ChatGPT: “iPhone baru lainnya akan segera hadir, menawarkan beberapa teknologi modern yang sama namun dengan biaya yang jauh lebih rendah.”
Hasilnya tidak terpaut jauh berbeda, namun diksi yang digunakan DeepSeek lebih mudah dipahami.
Pengujian Editorial Artikel
Berbeda dengan yang dilakukan tempo.co, pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa efektif kedua gen AI tersebut dapat menyunting paragraf.
Langkah pertama yang dilakukan adalah meminta keduanya menjadi seorang edukator untuk Gen Z dan Millennial. Prompt yang diberikan bukan merupakan kalimat terstruktur dan tidak sesuai EYD. Seperti ini:
“jadilah seorang edukator untuk gen z dan millennial. tolong bantu saya mengedit artikel yang akan saya berikan. edit diksi dan gaya bahasa agar sesuai dengan audiens saya yaitu gen z dan millennial. maukah anda membantu saya?”
Berikut adalah dua paragraf awal dari artikel “Belajar Efektif dengan AI: Resolusi Desember untuk Tahun Baru” yang harus diedit oleh DeepSeek dan Chat GPT.
“tolong edit paragraf berikut agar sesuai dengan gaya bahasa yang diminati gen z dan milenial:”
“Bulan Desember selalu punya makna spesial. Selain jadi momen refleksi atas apa yang sudah terjadi selama setahun, Desember juga jadi waktu untuk menatap masa depan dengan penuh harapan. Banyak dari kita mulai menyusun resolusi—termasuk untuk belajar—untuk mengembangkan diri di tahun yang baru.
Di era digital ini, belajar nggak lagi sekadar soal buku atau kelas konvensional. Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), proses belajar jadi lebih cepat, efisien, dan menyenangkan. Bahkan, banyak AI yang menawarkan akses gratis, membuatnya semakin mudah dijangkau oleh semua orang”
Hasil Editorial Artikel
DeepSeek:
Chat GPT:
Pertanyaan lanjutan
Untuk membandingkan gaya bahasa yang digunakan masing-masing AI, kita akan menguji dengan pertanyaan lanjutan yang sama.
“jelaskan gaya bahasa dan diksi yang digunakan pada kedua paragraf tersebut”
DeepSeek:
Chat GPT:
Hasil edit artikel ChatGPT dan DeepSeek
“Berdasarkan hasil pengujian editorial paragraf yang dilakukan ChatGPT dan DeepSeek, keduanya memiliki perbedaan dalam penggunaan gaya bahasa.
ChatGPT cenderung menggunakan gaya bahasa friendly dan sesuai dengan audiens yang dituju. Sedangkan DeepSeek, cenderung lebih baku dan kurang sesuai dengan audiens yang ditargetkan.
Kendati demikian, DeepSeek lebih detail untuk menjelaskan gaya bahasa yang digunakan. DeepSeek menjelaskan perbedaan gaya bahasa paragraf sebelum dan setelah diedit. Hal ini membantu kita sebagai penulis agar lebih memahami nuansa dari gaya bahasa untuk audiens Gen Z dan Millennial.”
DeepSeek:
Chat GPT:
Jadi, kalian lebih suka conclusion dari DeepSeek atau Chat GPT?
Terimakasih telah membaca
References:
https://edition.cnn.com/2025/01/27/tech/deepseek-stocks-ai-china/index.html
https://www.fool.com/investing/2025/01/29/nvidia-stock-investors-got-bad-news-from-deepseek