Dua Dunia

8/9/20261 min read

Ada seseorang

Yang setiap pagi,

Membawa dua dunia di punggungnya

Dua layar yang terang

Dua mesin yang menyala

Berisi pekerjaan

Yang ikut menumpang di dalam tasnya

Keduanya bahunya mulai berat

Namun punggung itu tetap tegak

Menyembunyikan berat

Di balik langkah yang terlihat biasa

Tangannya tak lepas

Dari tetikus dan papan ketik

Menggenggam hari

Seerat ia menggenggam pekerjaannya

Matanya pernag basah

Namun airnya lekas kering

Barangkali ia karena ia terlalu sibuk

Tak ada waktu untuk membasuh matanya

Di mejanya

Pekerjaan mengalir deras seperti hujan

Datang sastu

Lalu yang lainnya menyusul

Dan ia

Seperti payung yang lupa dilipat

Terus terbuka

Meski angin mulai melelahkan

Namun

Siapa bilang

Payung harus terus dibuka?

Dan tidak boleh dilipat

Ada waktunya, ia boleh dilipat

Direbahkan, disimpan

Dan diletakan dari segala yang berat

Tanpa takut hujan kembali datang

Jika nanti langkahnya kehilangan arah

Biarlah ada sebuah tempat

Yang tidak meminta apa-apa

Tempat untuk menaruh dua layar

Melepas yang terus menumpang

Dan membiarkan bahunya

Beristirahat sejenak

Tempar ini, sebuah rumah

Yang pintunya tidak pernah bertanya

Mengapa ia pulang terlambat

Dan ada seseorang di sana

Menjadi bahu ketika ia ingin bersandar

Menjadi rumah ketika dunia terlalu ramai

Menjadi tangan yang menggenggamnya

Ketika tangannya sendiri

Sudah terlalu lelah menggenggam apa-aoa

Connect

Let's chat about AI, travel, or growth.

Email

Call

yudindagilang@gmail.com

+6282113646253

© 2026. All rights reserved.