Bunga di Ujung Petang
5/16/20261 min read


Bunga di ujung petang
di bawah langit jingga
yang hangat dan mesra
cahayanya jatuh perlahan
menyentuh taman kecil
di tengah kota
yang terlalu ramai
untuk sekadar mendengar isi hati sendiri
Di antara banyak bunga
yang tumbuh anggun
Pandanganku hanya tertuju pada satu
Bunga kecil nan imut
Dengan warna yang sulit ditebak
Kadang ia berwarna ungu
Setenang langit selepas hujan
Kadang merah
Sehangat sesuatu yang dipendam terlalu lama
Dan seseskali biru
Sedalam sunyi yang tak pernah ia ceritakan
Aku mencoba mendekat
Pelan-pelan
Seolah angin pun bisa membuatnya takut
Bunga itu begitu anggun
Namun tampak terbiasa
Menyimpan layunya sendiri
Dan anehnya,
Sejak saat itu
Hatiku tak lagi berjalan seperti biasa
Bukan karena aku tak peduli
Melainkan karena untuk pertama kalinya
Aku ingin tinggal selamanya
Di dekat sesuatu yang rapuh
Namun tetap memilih tumbuh


Diam-diam,
Aku mulai menyiapkan sebuah taman
Bukan yang paling megah atau mewah
Bukan pula yang paling indah
Hanya tempat sederhana
Dengan tanah yang hangat
Untuknya pulang
Tempat di mana ia tak perlu
Selalu terlihat kuat
Dan jika suatu hari
Kelopaknya lelah menghadapi dunianya
Aku berharap
Taman kecil itu
Membuatnya percaya
Bahwa tidak semua hal
Harus dihadapi sendirian