Indonesia Peringkat Kedua Adopsi AI di Asia Pasifik! Ada 2 Tantangan di Masa Depan!

Data ini diungkapkan oleh Google pada 4 Desember 2025 yang menyoroti antusiasme masyarakat Indonesia terhadap teknologi AI, utamanya kaum Gen Z dan Millennials.

Fakta Adopsi yang Mengejutkan

Menurut Feliciana Wienathan, Communication Manager Google Indonesia, 18 juta gambar dihasilkan hanya dari satu fitur saja. Jumlah ini diperkuat dengan laporan dari e-Conomy SEA 2025, yang mencatat 80 persen pengguna di Indonesia menunjukkan interaksi harian dan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi terhadap AI

Pola penggunaan AI di Indonesia sangat beragam, mulai dari pencarian informasi (paling umum), belanja online, pengeditan foto/video, hingga pembuatan keputusan. Di sektor pendidikan, hampir separuh pelajar sudah mengandalkan AI untuk tugas akademik guna meningkatkan efisiensi waktu dan menghasilkan ide.

Sebuah Paradoks: Pengguna Tinggi, Pengembang Rendah

Di balik tingginya adopsi ini, Indonesia menghadapi tantangan rendahnya pengembangan AI dibandingkan penggunanya. Chief Economist OpenAI, Aaron “Ronnie” Chatterji, menyebutkan bahwa Indonesia berada di tiga besar negara pengguna AI terbesar secara global. Namun, menempati peringkat ke-30 dalam pengembangan menggunakan API AI.

Kesenjangan ini diakui oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, yang mengungkapkan Indonesia butuh 12 juta talenta digital pada 2030. Konsultan Keaney memperkirakan Indonesia butuh 453.000 hingga 600.000 talenta AI pertahun hingga 2030.

Hambatan Utama: Pendanaan dan Infrastruktur

Dua hambatan utama lambatnya pengenmbangan AI di Indonesia adalah pendanaan yang kurang dan infrastruktur yang belum siap. Pendanaan yang sampai saat ini masuk di seluruh sektor digital hanya mencapai USD 323 juta. Nominal ini sangat rendah dibandingkan AS yang mencapai USD 97 miliar hanya dari startup AI.

Selain itu, pengembangan startup AI lokal masih kesulitan dalam akses infrastruktur teknis GPU, cloud, dan perihal akses data. Tingkat kegagalan startup AI mencapai 75% di Indonesia.

Kendati demikian, pemerintah Indonesia meluncurkan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA) sejak 2020 dan AI Center of Excellence (AICOE) pada Juli 2025. Keduanya diharapkan menjadi pusat kolaborasi dengan raksasa teknologi seperti NVIDIA, Microsoft, dan lainnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top